impostor syndrome
Sharing is Caring

Pengalaman Impostor Syndrome di Tempat Kerja

Pernah gak kalian mengalami yang namanya impostor syndrome di suatu lingkungan yang baru, termasuk di tempat kerja? Sebagian orang tidak menyadari kalau dirinya terkena impostor syndrome, sama kayak gue yang awalnya juga tidak tahu kalau gue terkena sindrom ini, sampai akhirnya gue membaca sebuah utas di Twitter tentang fenomena ini.

Apa sih impostor syndrome itu? Mungkin gue bisa share sedikit tentang hal ini menurut beberapa sumber yang gue baca.

via GIPHY

Menurut Psikolog Klinis UGM, Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., dari situs UGM, impostor syndrome atau impostor phenomenon merupakan fenomena psikologis dimana seseorang tidak mampu menerima dan menginternalisasi keberhasilan yang ia raih.  Dengan kata lain, orang yang mengalami impostor syndrome selalu mempertanyakan dirinya sendiri atas pencapaian atau prestasi yang telah diraih. Ia merasa kesuksesan yang berhasil diraih merupakan bentuk dari keberuntungan atau kebetulan semata, bukan karena kemampuan intelektual diri. 

“Dengan kata lain, orang yang mengalami impostor syndrome selalu mempertanyakan dirinya sendiri atas pencapaian atau prestasi yang telah diraih.” Kalimat di bagian ini pas banget untuk menggambarkan gue yang pernah mengalami impostor syndrome. 

Kapan gue mengalami sindrom ini? Biasanya terjadi di lingkungan baru atau tempat kerja yang baru. Misalnya saja, pas awal-awal bekerja di tempat yang baru, rasanya rasa-rasa impostor dalam diri muncul, merasa gak percaya diri, gak becus dalam melakukan pekerjaan, dan selalu minderi lihat rekan-rekan kerja yang kerjanya lebih cepat dan lebih baik daripada gue.

Rasa sebagai imposter makin jadi ketika gue dihadapkan dengan lingkungan dengan orang-orang yang belum gue pernah hadapi sebelumnya. Misalnya, di lingkungan kerja yang semua isinya gak berasal dari negara sendiri, alias lingkungan internasional. Deg! Gue yang biasanya percaya diri ngomong was wes wos di depan orang baru, kali ini gue perlu berpikir panjang untuk bisa ngobrol dengan rekan kerja yang baru, to be honest ini karena pengalaman baru juga gue ada di kondisi yang kayak gini. Awal-awal paling banget menyiksa adalah culture shock, dan bahasa yang berbeda, serta selalu merasa rendah diri karena gue SELALU NEGATIVE THINKING KE DIRI SENDIRI dan berpikiran kalau gue gak bisa compete dengan orang-orang dari negara yang berbeda.

Tapi jalan sebulan, alhamdulilah gue udah bisa beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan yang baru ini. Gimana cara gue menghadapi impostor syndrome yang menyebalkan ini? Ini menurut pengalaman gue.

 

BERPIKIR TENANG DAN JANGAN MEMENDAM MASALAH SENDIRI

via GIPHY

Awal mengalami hal ini sejujurnya gue SANGAT STRESS HAHAHA… Gue gak tau gimana cara menghadapinya. Tapi untungnya gue punya teman yang support dan memberi saran menghadapi masalah ini. Gue coba tenang dan coba akhirnya terbuka untuk bercerita, sampai akhirnya mendapatkan pencerahan dengan masukan yang sangat berarti dan memberi gue semangat baru. Sang teman berkata, 

“Coba pelajari bagaimana mereka bekerja, susun kalimat yang baik sebelum berbicara dan mengutarakan pendapat, mereka juga sama aja manusia, jangan ngerasa lebih rendah karena kamu dari Indonesia, toh kamu menguasai bidang pekerjaan yang sekarang.”

Terima kasih sunbaenim-ku!

 

HADAPI DENGAN PERCAYA DIRI

via GIPHY

Ketakutanmu datang dari pikiran sendiri, padahal belum jadi kenyataan,” kata teman gue itu. Disinilah AHA moment itu terjadi. Asli deh, yang membuat susah maju dan gak berkembang kadang pikiran negatif yang dibuat sendiri. HAHAHA… tiap malem over thinking, tiap malem mikir, “Besok pasti gak bisa, besok pasti dimarahin nih sama bos!” PADAHAL YANG GUE PIKIRKAN ITU TIDAK JADI KENYATAAN!. Jadi plis stop over thinking ke diri sendiri dan meremehkan diri sendiri. Kalau orang lain bisa, pasti kita juga bisa. Toh, selama ini melalui berbagai pengalaman gak enak, kita masih bisa survive kan sampai sekarang? PERCAYA DIRI ITU PENTING GAES!

 

BIASAKAN DIRI DENGAN KEADAAN YANG BARU

via GIPHY

Terakhir tips dari gue, yakni biasakan diri sendiri dengan terus beradaptasi di lingkungan yang baru. Jangan pernah berhenti belajar meskipun sudah banyak pengalaman. Dengan belajar menyerap hal-hal baru di sekitar, kita pun jadi terbiasa dan mampu menghadapi kondisi-kondisi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Amati, praktikkan, dan repeat sampai akhirnya kita jadi pro!

Nah, segitu aja sih share gue kali ini. Moga bisa bermanfaat. Apakah kalian pernah mengalami impostor syndrome juga? Gimana cara kalian menghadapinya? Share dong 😀

2 Comments

  1. Ardhi

    Gg mba de 👏🏻 tp ak bingung bacanya soalnya kata baku sama ga baku campur

    1. dea

      wah belajar baca lagi kalo gitu ya dek ardhi :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *