backpacker belitung
Traveling Stories

Share Backpacker Belitung 2018, Destinasi Cantik Dekat Jakarta! (Part1)

Seperti janji gue di tulisan sebelumnya tentang ongkos dan jadwal ke Belitung, tips biar lebih murah, sekarang gue mau share pengalaman gue backpacker Belitung tanpa ikut open trip atau travel agent, pure beneran bikin plan sendiri (dibantu pacar sih :D).

Ini merupakan perjalanan gue yang pertama kali naik pesawat, horeee akhirnya gue naik pesawat wkwkwk… Emang ndeso banget gue belum pernah naik pesawat, akhirnya jalan-jalan gue lengkap sudah pernah naik bermacam-macam moda transportasi mulai dari darat, laut, hingga udara.

Seperti yang gue tulis pada artikel sebelumnya, kali ini gue akan menceritakan pengalaman gue selama berlibur 3 hari 2 malam di Pulau Belitung atau Belitung Island plus gue mau kasih bonus nomor kontalk selama perjalanan di sana.

Berangkat dari Jakarta, gue dan pacar naik pesawat Citilink pukul 6.00 pagi. Penumpang saat itu nggak banyak jadinya banyak kursi kosong. Gue yang tadinya nggak kebagian duduk dekat jendela, akhirnya pindah dan kesampaian lah duduk dekat jendela hahaha biar bisa foto-foto awan.. norak ya:D

Perjalanan kurang lebih 50 menit, sebelum pukul 7.00 pagi gue dan pacar sampai di Bandara Hanandjoedin, satu-satunya bandara di Belitung.

Langsung dijemput oleh supir + mobilnya  di bandara. Waktu itu, kami menyewa mobil langsung dari Esbe Hotel yang bekerjasama dengan supir yang biasa sewain mobil gitu. Tapi kalau kalian mau langsung kontak supir dan mobilnya bisa langsung hubungi Bapak Fakhrul (0819-2978-8500).

Dari bandara kita lansgung menuju hotel Esbe untuk ganti mobil, perjalanan dari bandara ke Esbe Hotel kurang lebih 15 menit. Lokasi hotelini cukup dekat dari bandara walaupun saat itu lagi ada perbaikan jalan, tapi masih bisa lewat kok dan nggak macet! Sumpah selama keliling Belitung gue nggak pernah yang merasakan namanya maceeeet kayak di Jakarta atau Bogor. Semuanya lancaaar…

 

Hari Pertama Backpacker Belitung 2018

backpacker belitung

Dari Esbe Hotel, gue langsung request perjalanan ke daerah Laskar Pelangi di daerah Belitung Timur. Perjalanan kurang lebih satu jam ke Replika SD Muhammadiyah. Sesampainya disana, ya cua ada satu bangunan kecil sekolah yang terdiri dari dua kelas saja. Bangunan replikanya ada di atas pasir putih gitu, jadi agak susah kalo buat berpijak. Bangunan replikanya sama banget deh kayak yang ada di film..Lumayan buat foto-foto selfie. Waktu kami datang, mungkin karena kepagian jadinya belum ada penjaganya. Biaya masuknya gratis hueheuhee… Oh iya, sekitar jam 8.00 pagi gitu, cuaca di Belitung udah terik banget lho guys! Jadi jangan lupa pakai sunblock.

 

SD Laskar Pelangi
SD Laskar Pelangi

 

Setelah puas berfoto, lanjut ke destinasi berikutnya yakni Rumah Keong. Lokasinya persis di seberang Replika SD Muhammadiyah. Bangunan berbentuk unik  yang instagramable banget yang sayang kalau dilewatkan! Gue aja betah berlama-lama disini untuk mengambil foto-foto kece!

 

Rumah Keong Belitung
Rumah Keong Belitung

 

Lanjut ke destinasi berikutnya, yakni Museum Kata Andrea Hirata. Tempat favorit gue dan cocok banget buat kalian penggemar tulisan atau literasi. Kalian bisa banyak membaca karya-karya Andrea Hirata disini. Museumnya cukup luas dan banyak koleksinya. Bentuknya rumah gitu, tapi jangan kaget ya, kalau biaya masuk museum ini Rp50 ribu udah termasuk buku saku Laskar Pelangi sih.

 

Museum Kata Andre Hirata
Museum Kata Andre Hirata</center

 

Andrea Hirata
Andrea Hirata

Setelah kurang lebih 30 menit berada di dalam museum dan puas menikmati karya seni di dalamnya, gue dan pacar pun akhirnya kelaparan, karena memang sejak pertama kali berangkat dari Jakarta, kami belum makan sama sekali muehehe.

Pak Fakhrul mengajak kami makan di mi Atep Laskar Pelangi, lokasinya nggak jauh dari museum kata. Harga Mi Atep 15 ribu seporsi. Enak dan mengeyangkan buat gue, tapi kayanya buat pacar kurang deh.. Penampakan si mi Atep ini ini menurut gue kayak asinan Bogor ya gengs.. Warna kuahnya merah, tapi nggak pedes justru manis. Selain mie, isiannya ada timun, udang, dan potongan udang. Enak⊃sih menurut gue.. juara, kalo ke Belitung wajib ke sini!

Selesai makan, kami lanjut ke destinasi berikutnya yakni kuil Dewi Kwan Inn, salah satu kuil terbesar di Belitung Timur. Meskipun kuil, tapi siapapun boleh kok masuk kesini, termasuk gue yang muslim. Tidak ada biaya masuk untuk menikmati keindahan kuil yang terletak di atas bukit ini.

Ada tangga naik ke atas yang cukup tinggi, dan di ujung tangganya kamu akan menemukan patun Dewi Kwan Inn raksasa. Yeap, takjub gue ngeliatnya. Patung yang indah terletak di atas bukit, ketika sampai di atas, kamu bisa melihat pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Btw, karena gue waktu itu sampe kira-kira jam 11 siang, dan cuaca udah mulai panas banget jadi gue nggak lama-lama nongkrong disini. Lagian, juga pacar mesti melaksanakan Ibadah Solat Jumat.

Sambil menunggu solat Jumat, gue dan Pak Fakhrul menunggu di Pantai Burung Mandi. Pantai yang cukup sepi waktu itu, tapi hawanya sejuk karena ada angin sepoi-sepoi. Sambil nikmati suasana pantai dengan pasir putih dan laut yang biru nan sepi.. Ah adem… jauh dari perkotaan dan suasana sekantor sejenak memang baik untuk tubuh dan pikiran… Semoga ada rezeki lagi buat jalan-jalan ke daerah lainnya 😀

Setelah puas main pasir dan minum kelapa segar di pantai, kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Pangkuan, lupa namanya bukit apa, katanya si punya Aziz Gagap. Kata Pak Fakhrul itu tempat cukup populer, jadi ya kita nurut aja, karena tadinya kita mau trekking ke …. tapi nggak jadi, karena cuaca nggak bersahabat. Sesampainya disana, cuma sebentar sih karena ternyata tempatnya lagi tutup nggak terlalu rame dan cuma ada gue dan pacar aja yang berkunjung haha.. mungkin ramainya pas Sabtu-Minggu kali ya, jadi weekdays nggak terlalu ramai, setelah itu kita memutuskan untuk balik, kalau sempet mampir ke Pantai Tanjung Tinggi.

 

 

Perjalanan dari Bukit Pangkuan ke Pantai Tanjung Tinggi atau ke arah Tanjung Pandan melewati jalan yang tidak terlalu bagus guys! Untung Pak Fakhrul ini ahli dalam mengendarai mobil, jalan berlubang pun ia hindari dengan lancar dan tetap ngebut! Sepanjang backpacker Belitung ini hanya ada pemandangan tanaman-tanaman hijau, kami juga melewati kawasan Perkampungan Bali. Konon katanya yang tinggal disitu semua orang Bali yang sudah sukses karena usaha sait, dan mereka membangun pemukimansendiri yang isinya orang-orang dari Bali. Sepanjang jalan, lo bakal melihat arsitektur rumah-rumah Bali yang khas, sayang nggak sempat mampir waktu itu karena hujannya deras syekale kawan-kawan…

Setelah perjalanan lebih dari satu jam, akhirnya sampai juga di pantai tersohor tempat syuting Laskar Pelangi, Pantai Tanjung Tinggi..

Whoaaa… disini emang indah dan bagus banget! Ciri khas pantai Belitung ada di sini yakni pantai dengan batu-batu besar. Cuss deh langsung foto-foto! Asli disini susah banget ambil foto yang bagus karena banyak orang pada sselfie wefie, aelah -,-”

Gue dan pacar cukup lama menghabiskan waktu disini karena banyak  yang bisa dieksplor dan banyak juga spot foto yang bagus.

Backpacker Belitung hari ini terakhir ditutup dengan menikmati sore di Pantai Tanjung Kelayang yang letaknya bersebelahan dengan Pantai Tanjung Tinggi.

Nah sekian deh cerita asyik dan seru backpacker Belitung pada bulan Mei lalu, jika ada yang ditanyakan langsung tanya saja ya.. monggo…

 

BACA : ONGKOS TRIP KE BELITUNG BIAR LEBIH MURAH

4 Comments

    1. HimeYuki

      ihmalu dikunjungin blogger hits… 😀

  1. InshaAllah bulan depan saya mau ke belitung ka.. backpacker juga dan rencanaya mau sewa motor disana ka.. rekomended ngga ya? thanks fot sharing lokasi instagramable disana ya ka

    1. HimeYuki

      rekomended banget kok… langsung saja sewake hotelnya kalau mau sewa motor.. aman kok disana. Happy traveling ^^

Leave a Reply

Required fields are marked*